Home / Incident / WPO West Java Movement Hidupkan Kembali Tradisi Sakral Sunda ‘Hajat Buruan’

WPO West Java Movement Hidupkan Kembali Tradisi Sakral Sunda ‘Hajat Buruan’

Bandung — Tradisi Sunda yang nyaris terlupakan kini kembali hidup. WPO West Java Movement di bawah kepemimpinan HE Arya Sukma Bayanata, SE, Regional Director WPO West Java Region, sukses menggelar ritual adat “Hajat Buruan” bersama para penggiat budaya dan masyarakat adat. Acara yang digelar di Bandung itu tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata pelestarian khazanah budaya Sunda yang hampir punah.

Tradisi Syukuran Khas Sunda yang Hampir Hilang

Hajat Buruan secara harfiah berarti syukuran di halaman rumah. Dahulu, tradisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersyukur atas rezeki, memohon keselamatan, serta menghormati leluhur. Kini, tradisi tersebut kembali diperkenalkan kepada generasi muda dengan kemasan lebih terbuka tanpa menghilangkan nilai-nilai sakral di dalamnya.

Dalam perhelatan ini, berbagai ritual penting ditampilkan, mulai dari ngaruwat bumi, cuci pusaka, hingga persembahan adat untuk menghormati para pejuang yang telah gugur. Salah satu ritual paling sakral adalah penyembelihan seekor kerbau sebagai simbol pengakihan, yang mewakili tujuh pejuang yang selama ini jarang tersentuh perhatian negara.

Misi Besar: Lestarikan Budaya Sunda

Arya Sukma Bayanata menegaskan bahwa Hajat Buruan bukan sekadar tradisi, tetapi juga pesan moral bagi generasi masa kini.

“Ini adalah momentum untuk mengingatkan kita pentingnya menjaga warisan leluhur, menghormati alam, serta mengajarkan generasi muda tentang akar budaya Sunda,” ujarnya.

Tradisi ini mengandung sejumlah nilai penting, antara lain:

  • Ungkapan syukur dan permohonan berkah,

  • Permohonan perlindungan dari bala,

  • Pendidikan budaya bagi generasi penerus,

  • Penguatan hubungan manusia dengan alam.

Rangkaian Ritual yang Menarik Perhatian

Acara berlangsung khidmat sejak persiapan hingga penutupan. Warga menyiapkan sesajen, tumpeng, sawen, serta parawanten. Ritual ngaruwat membuka acara dengan penuh kesakralan, diikuti prosesi pengakihan pejuang yang gugur. Doa bersama dipimpin sesepuh Kasundaan dan WPO Regional Jawa Barat.

Baca Juga  Ilmuwan Usul Tebar 5 Juta Ton Debu Berlian ke Langit Demi Selamatkan Bumi dari Kiamat Iklim!

Suasana kemudian semakin hidup dengan penampilan seni tradisional: alunan kacapi, dentingan lisung, halu, dan sajian seni Lengser yang memadukan unsur tari, musik, dan humor adat Sunda.

Disambut Antusias Masyarakat

Masyarakat adat, tokoh budaya, dan warga sekitar hadir memenuhi lokasi acara. Banyak yang mengaku terharu karena tradisi tersebut kembali diangkat ke permukaan setelah lama tidak dilakukan.

“Harapan kami, acara ini menjadi pengingat bahwa budaya Sunda bukan hanya warisan, tapi juga identitas,” ujar salah satu sesepuh.

Dengan terselenggaranya Hajat Buruan ini, WPO West Java Movement berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan merawat budaya lokal. Tradisi yang hampir punah ini kini kembali mendapatkan tempat terhormat di tengah masyarakat.

Tradisi pun hidup kembali—dan Sunda tak kehilangan jejaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *