Banjarmasin – Program Banua Film Fund 2025 yang diinisiasi Forum Sineas Banua dengan dukungan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengumumkan empat film horor terpilih yang mengangkat estetika dan kisah urban legend khas daerah setempat. Pengumuman ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Pitching – Production – Exhibition yang digelar sepanjang tahun.
Program tersebut diawali dengan open submission pitch deck dan naskah film yang menarik minat puluhan kreator lokal. Seluruh naskah kemudian melalui proses kurasi sebelum empat karya dinyatakan layak diproduksi.
Empat film yang diproduksi komunitas film Banua tersebut meliputi:
Mamen Film — Suruh Aja Gin
Miniatur Production — Gagampiran
Ruang Aktor — Sisigan Kariau Sima
DMJ Project — Pulasit
Keempat film ini menonjolkan pendekatan estetika horor yang berakar pada mitos, folklore, dan atmosfer cerita rakyat Kalimantan Selatan, yang selama ini jarang tersentuh dalam produksi film arus utama nasional.
Sebagai puncak kegiatan, Banua Film Fund 2025 akan menggelar penayangan perdana keempat film tersebut di Bioskop KCM Belda Banjarmasin pada 25 November 2025. Penyelenggara menyebut premiere ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja kreatif komunitas film daerah sekaligus langkah mempromosikan potensi sinema horor lokal kepada masyarakat luas.
Banua Film Fund 2025 berkomitmen terus mendorong kolaborasi dan pertumbuhan talenta baru, serta memperkuat ekosistem produksi film daerah melalui dukungan komunitas dan pemangku kepentingan terkait. a9







