Home / News / Perjanjian Perdagangan AS-China Semakin Dekat, Pasar Asia Dibuka Meningkat

Perjanjian Perdagangan AS-China Semakin Dekat, Pasar Asia Dibuka Meningkat

Purbaya.id, JAKARTA –Bursa Asiadibuka menguat pada perdagangan Senin (27/10/2025) seiring dengan munculnya sinyal bahwa Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok semakin dekat mencapai kesepakatan dagang.

Berdasarkan dataBloomberg, indeks Topix Jepang terpantau menguat 1,68% pada level 3.324,34, sementara itu indeks Kospi Korea Selatan naik 2,42% ke kisaran 4.037,09.

Kemudian, indeks S&P/ASX 200 Australia juga terpantau menguat 0,59% pada level 9.072,20. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga naik setelah indeks acuan tersebut mencatat rekor tertinggi pada pekan lalu.

Pergerakan pasar mencerminkan optimisme investor terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut, seiring dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia untuk agenda diplomatik.

Minggu ini juga akan menjadi periode sibuk dengan sejumlah keputusan suku bunga bank sentral dan laporan kinerja perusahaan teknologi besar AS.

“Ini tampak seperti kemenangan simbolis bagi kedua pihak. Pasar kemungkinan akan menganggapnya sebagai sinyal jangka pendek untuk peningkatan risiko, tetapi reli ini membutuhkan dukungan fundamental agar dapat berlanjut,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi di Saxo Markets Singapura.

Pejabat tinggi dari Amerika Serikat dan Tiongkok mengatakan telah mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu utama, membuka jalan bagi Trump dan Presiden Xi Jinping untuk menyelesaikan kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan dagang yang mengguncang pasar global.

Pernyataan tersebut muncul setelah dua hari pembicaraan di Malaysia yang berakhir pada Minggu (26/10/2025). Pejabat Tiongkok menyebut kedua negara telah mencapai kesepahaman awal terkait isu ekspor, fentanyl, dan bea pengiriman.

“Ini lebih merupakan langkah de-eskalasi ketimbang titik balik baru,” tulis Sean Keane, Kepala Strategi Asia Pasifik di JB Drax Honore Singapore Pte Ltd, dalam catatan riset.

Baca Juga  BEI Menghentikan Perdagangan Saham SOHO dan GLOB Hari Ini (27/10) Setelah Harga Terus Meningkat

Ia menilai pembatalan ancaman tarif tambahan AS terhadap Tiongkok yang seharusnya berlaku mulai 1 November hanya menghindarkan potensi eskalasi lebih lanjut.

Sinyal positif dari kedua pihak ini berbanding terbalik dengan ketegangan beberapa pekan sebelumnya, ketika Beijing mengumumkan pembatasan ekspor baru dan Trump menanggapi dengan ancaman tarif tambahan yang hampir memicu perang dagang yang penuh.

Investor kini menantikan keputusan kebijakan moneter dari tiga bank sentral utama—Federal Reserve, European Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ). The Fed diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara ECB dan BoJ diperkirakan mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.

Selain itu, perusahaan teknologi raksasa seperti Apple Inc. dan Microsoft Corp. dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini.

“Pekan ini akan menjadi ujian bagi tiga pilar utama kenaikan saham—stabilitas hubungan dagang, kinerja perusahaan yang kuat, dan kebijakan moneter yang longgar. Jika semuanya berjalan lancar, pasar berpotensi melanjutkan kenaikan menuju rekor baru hingga akhir tahun,” kata Michael Brown, Senior Research Strategist di Pepperstone Group Ltd., London.

Ulrich Urbahn, Kepala Strategi Multi-Aset dan Penelitian di Berenberg, menambahkan, perkembangan ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar seiring investor menghadapi perubahan kebijakan bank sentral, pelonggaran ketegangan perdagangan, dan sinyal laba perusahaan yang akan menentukan arah pasar hingga akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *