Home / News / Revitalisasi Pasar Cikajang Garut Masih Menunggu Kejelasan Pusat

Revitalisasi Pasar Cikajang Garut Masih Menunggu Kejelasan Pusat

Insider Priangan– Revitalisasi Pasar Cikajang, Kabupaten Garut masih menunggu kepastian dari Pemerintah pusat. Karena kabarnya Pemerintah pusat sudah setuju untuk memberikan anggaran revitalisasi untuk Pasar Cikajang ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Efendi menjelaskan, kondisi pasar Cikajang saat ini memang cukup memprihatinkan dan perlu direvitalisasi.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Garut segera merevitalisasi Pasar Cikajang, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sudah cukup lama, namun tentu ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, karena anggarannya direncanakan sepenuhnya dari pemerintah pusat untuk revitalisasi tersebut,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ridwan menjelaskan, berdasarkan perpres, anggaran untuk revitalisasi Pasar Cikajang ini sekitar Rp80 miliar.

“Hal itu tercantum dalam perpresnya sekitar 80 miliar. Namun untuk realisasinya kita masih menunggu kepastian dari kebijakan anggaran pemerintah pusat,” tegasnya.

Dengan demikian kata Ridwan, pada tahun 2026 ini, pemerintah kabupaten Garut terus mengusulkan agar ada realisasi pembangunan. Namun hal itu juga tidak bisa dipastikan karena kebijakan tersebut seluruhnya ada di pusat.

“Sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya tetapi belum ada kepastian dari pemerintah pusat, kita terus mencoba mengusulkan untuk tahun depan kita juga akan mengajukan kembali. Kita juga berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan, PUPR, nanti penganggarannya akan ada di PUPR,” katanya.

Lantas bagaimana bentuk pasar yang akan dibangun, menurut Ridwan, hal itu akan menyesuaikan dengan ruang yang ada di Pasar Cikajang. Nantinya tidak hanya fasilitas pedagang saja yang akan dibangun, namun juga akan ada fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas sosial (Fasos).

“Kami berharap sebenarnya menyesuaikan ruang di sana karena tidak hanya untuk pedagang tetapi juga untuk RTH, fasos fasos harus terpenuhi. Jika melihat kondisi saat ini mungkin ada bangunan dua lantai tetapi peruntukannya akan kami sesuaikan,” katanya.

Baca Juga  BEI Menghentikan Perdagangan Saham SOHO dan GLOB Mulai Hari Ini (27/10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *