Home / News / Pernyataan Menkeu Purbaya Soal Utang dan Dana Mengendap

Pernyataan Menkeu Purbaya Soal Utang dan Dana Mengendap

JAKARTA — Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa soal kondisi keuangan negara telah membuka ruang dialog ekonomi yang lebih luas di tengah publik.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyinggung persoalan utang negara, dugaan penyimpangan anggaran, serta ketidakmampuan membayar bunga utang dalam konteks kritik terhadap pengelolaan fiskal selama satu dekade terakhir. Pernyataan itu, menurut Bamsoet, disampaikan dengan bahasa yang lugas dan langsung, jauh dari istilah teknokratis yang biasanya hanya dipahami kalangan tertentu.

“Kalimatnya terasa seperti kebocoran kebenaran dari ruang steril kekuasaan. Ia bukan sedang membakar, tapi menggugah,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (31/10).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut menilai bahwa selama bertahun-tahun persoalan ekonomi menjadi bahasa elit, sementara masyarakat hanya menerima dampak tanpa memahami akar persoalan.

Menurutnya, pernyataan Menkeu telah memantik kesadaran publik untuk mulai mempertanyakan efektivitas anggaran dan alur distribusinya.

“Rakyat mulai menghitung, bukan hanya mengeluh soal harga kebutuhan pokok, tapi menelusuri kenapa anggaran tak sampai ke mereka,” ucapnya.

Ia menyebut pemikiran Paulo Freire soal conscientização atau kesadaran kritis kini mulai tumbuh di masyarakat dalam melihat kinerja kekuasaan.

Bamsoet juga menyoroti kritik Menkeu terkait dana pemerintah daerah yang mengendap di deposito perbankan. Menurutnya, hal itu mencerminkan persoalan moral dan integritas dalam tata kelola keuangan negara.

“Pembangunan tidak boleh hanya menjadi panggung, sementara kesejahteraan rakyat hanya menjadi statistik. Bangsa ini diuji bukan pada kemampuan menambah anggaran, tetapi keberanian menjaga uang rakyat tetap transparan dan berintegritas,” tegasnya.

Bamsoet berharap langkah Menkeu dapat menjadi momentum perbaikan pengelolaan fiskal, serta mendorong keberanian dalam membenahi sistem yang selama ini dianggap sarat celah penyimpangan.

Baca Juga  Dolar AS Melemah Sedikit Hari Ini (27/10), Begini Prospeknya Hingga Akhir Tahun

Fad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *