Home / News / Heboh BBM Oplosan! Ketua DPRD Kalsel Semprot Pertamina: Kasihan Konsumen Bisa Rusak Mesin!

Heboh BBM Oplosan! Ketua DPRD Kalsel Semprot Pertamina: Kasihan Konsumen Bisa Rusak Mesin!

BANJARMASIN — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr (HC) H Supian HK meminta Pertamina memperketat pengawasan serta menindak tegas oknum maupun pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terbukti melakukan kecurangan penyaluran BBM jenis Pertalite.

Politikus senior Partai Golkar itu menyoroti serius dugaan adanya BBM oplosan yang belakangan ramai dikeluhkan masyarakat.

“Kasihan konsumen. Kalau BBM-nya oplosan, kendaraan bisa mogok bahkan merusak mesin,” tegas Supian HK kepada wartawan di ruang kerjanya di Banjarmasin, Senin (3/11/2025).

Supian menyayangkan praktik kecurangan tersebut, terutama jika dilakukan secara sengaja. Ia menegaskan, hal itu jelas merugikan masyarakat dan bisa berdampak luas terhadap kepercayaan publik terhadap Pertamina.

Ia juga mendesak Komisi III DPRD Kalsel, yang membidangi pembangunan, infrastruktur, energi, dan sumber daya mineral (ESDM), agar segera turun tangan.

“Komisi III bisa melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau memanggil pihak Pertamina dan pengelola SPBU untuk klarifikasi soal dugaan BBM oplosan,” ujarnya.

Selain Pertalite, Supian juga meminta peningkatan pengawasan terhadap BBM jenis solar. Ia menilai, Pertamina perlu melakukan pendataan ulang kebutuhan BBM di Kalsel, termasuk untuk sektor industri, pertambangan, serta transportasi umum.

“Pertamina harus benar-benar memastikan distribusi BBM tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Supian menyoroti fenomena sejumlah SPBU di jalur Banjarmasin–Banua Anam yang sering tampak tidak beroperasi.

“Pertamina juga harus jeli melihat SPBU yang tampak tutup, padahal suplai seharusnya cukup. Ini patut dicurigai,” katanya.

Salah seorang warga Banjarmasin, Anwar (56), mengakui hal tersebut. Ia mengatakan, masyarakat sering mengantisipasi kondisi SPBU tutup dengan mengisi tangki penuh sebelum bepergian ke daerah Hulu Sungai.

“Kalau mau mudik ke Hulu Sungai, biasanya isi bensin full tank dulu. Takutnya nanti pas BBM hampir habis, SPBU malah tutup,” ungkapnya. kha/a4

Baca Juga  PDI Perjuangan Kalsel Hidupkan Tradisi Mendengar Kritik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *