Home / News / Tumbuh 2 Digit dalam 8 Bulan, Momentum Pasar Modal Kaltim Berlanjut

Tumbuh 2 Digit dalam 8 Bulan, Momentum Pasar Modal Kaltim Berlanjut

Purbaya.id,BALIKPAPAN —Investorsaham di pasar modal Kalimantan Timur (Kalimantan Timur) mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,54% dalam delapan bulan pertama tahun 2025 dibandingkan data Desember 2024.

Capaian ini menunjukkan momentum positif, sekaligus membuka peluang penetrasi ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh.

Data Identifikasi Investor Tunggal (SID) saham per Agustus 2025 mencatat 138.466 investor dengan total kepemilikan sebesar Rp25,2 triliun atau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan posisi Desember 2024.

“Jumlah investor instrumen pasar modal di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan setiap periodenya sejalan dengan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, dalam keterangan resmi, Minggu (26/10/2025).

Menariknya, distribusi investor masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Samarinda yang menguasai 77,5% dari total investor saham, masing-masing mencatat 42.588 SID dan 39.336 SID.

Sementara itu, wilayah seperti Mahakam Ulu baru berkontribusi 256 investor atau setara 0,2% dari total keseluruhan.

Fakta ini menunjukkan bahwa wilayah-wilayah di luar dua kota besar tersebut dapat dimobilisasi, proyeksi pertumbuhan investor bisa melipat ganda dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, Parjiman mengungkapkan instrumen reksa dana menunjukkan kinerja yang tak kalah mengesankan.

Jumlah investor reksa dana tercatat 270.244 SID pada Agustus 2025, meningkat 16,18% dari Desember 2024 dengan nilai penjualan mencapai Rp238,5 miliar.

Secara historis, kepemilikan saham di Kaltim telah berkembang dari Rp8,17 triliun menjadi Rp25,2 triliun sejak Desember 2022. Artinya, pertumbuhan kumulatif mencapai 208,6% dalam jangka waktu 2,5 tahun.

Tingkat Pertumbuhan Tahunan Komponen (CAGR) sebesar 45-50% per tahun menjadi bukti nyata bahwa pasar modal Kaltim berada dalam trajektori pertumbuhan yang sehat.

Baca Juga  Industri Tekstil RI Minim Inovasi Akibat Impor, Perlu Memulihkan Pasar Domestik dari Hulu ke Hilir

Jumlah investor saham sendiri hampir dua kali lipat, dari 72.400 pada Desember 2022 menjadi 138.500 pada Agustus 2025 atau meningkat sebesar 88,5% yang mencerminkan penetrasi pasar yang semakin dalam.

Secara geografis, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai wilayah industri ekstraktif, telah menunjukkan potensi dengan kontribusi 12,3% untuk saham dan 19,7% untuk reksa dana.

Selain itu, Balikpapan memiliki dominasi yang lebih kuat di segmen reksa dana (40,4%) dibandingkan saham (33,9%).

Kemudian, jumlah investor reksa dana tumbuh pesat dari 166.500 menjadi 270.200 atau naik 62,3%.

Meski penurunan penjualan reksa dana sebesar 5,8% dari puncaknya di Rp253,3 miliar pada Desember 2024 menjadi Rp238,5 miliar, jumlah investor yang terus bertambah menunjukkan bahwa minat publik tetap kuat.

Sejatinya, perbandingan Agustus dengan Desember memang tidak sepenuhnyaperbandingan yang adilmengingat pola musiman investasi.

Namun, fakta bahwa pertumbuhan tetap positif di angka 2 digit selama periode tersebut justru menegaskan bahwa pasar modal Kaltim berada dalam fase pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *