Es puter merupakan jajanan tradisional yang masih mudah ditemui di berbagai daerah. Proses pembuatannya biasanya dilakukan secara manual, mulai dari memecah es batu balok hingga memutar adonan dalam wadah kaleng berisi campuran es batu dan garam. Cara tersebut kerap memakan waktu lama dan membatasi produktivitas para pelaku usaha.
Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa–Penerapan Iptek (PKM-PI) menghadirkan inovasi alat bernama Enu-Cenner (Enumerator and Ice Spinner). Mereka adalah Najmu Tsakib, Marshall Gibran Wisnujati, Halim Kusuma Putra, Amalisa Putri Defita, dan Endra Tegar Sejati.
Dilansir dari laman resmi UGM, Enu-Cenner memadukan fungsi pemecah es balok dan pemutar es puter otomatis dalam satu mesin. Penggabungan fungsi ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada tenaga manual, sehingga ideal digunakan oleh pelaku UMKM es puter.
Cara kerja alat ini cukup sederhana. Es balok dimasukkan ke bagian crusher untuk dipecah menjadi ukuran kecil, kemudian langsung dialirkan ke wadah tabung es puter. Selanjutnya, adonan diputar menggunakan mesin otomatis dengan kecepatan yang dapat diatur melalui frequency inverter converter. Teknologi tersebut menghasilkan es puter dengan tekstur yang lebih lembut dan merata.
Selain meningkatkan kecepatan produksi, tim juga memperhatikan aspek keamanan dalam perancangan. “Alat ini dilengkapi dengan pengaman seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) dan tombol darurat sehingga aman digunakan oleh mitra,” kata Endra, dikutip dari laman UGM.
Inovasi Enu-Cenner telah diuji coba bersama mitra industri rumahan Yono Es Puter dan Es Krim di Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Ke depannya, tim berharap alat ini dapat diadopsi lebih luas untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM lokal.
“Enu-Cenner diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para pelaku usaha es puter dalam menghadapi tantangan produksi,” ujar Amalisa. a7







