Home / News / Desa Pemuteran Bali dan Desa Kemiren di Banyuwangi Desa Wisata Terbaik Dunia 

Desa Pemuteran Bali dan Desa Kemiren di Banyuwangi Desa Wisata Terbaik Dunia 

Desa Wisata Pemuteran di Buleleng Bali Indonesia. (foto:ist)

Jakarta United Nations Tourism (UN Tourism) atau Organisasi Pariwisata Dunia PBB menobatkan 52 desa wisata sebagai Best Tourism Village 2025 atau Desa Wisata Terbaik 2025.

Program Best Tourism Villages (BTV) merupakan inisiatif UN Tourism untuk mempromosikan pariwisata sebagai pendorong pembangunan ekonomi serta keberlanjutan lingkungan di kawasan pedesaan.

Sejumlah negara tercatat memasukkan lebih dari satu desa dalam daftar Desa Wisata Terbaik Dunia 2025, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Turki. Indonesia juga berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut melalui Desa Pemuteran di Bali dan Desa Kemiren di Banyuwangi.

52 Desa Wisata Terbaik Dunia 2025 Versi PBB

Dilansir dari situs resmi UN Tourism, sebanyak 52 desa di dunia meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2025. Desa-desa tersebut terpilih dari lebih dari 270 desa wisata dari 65 negara di seluruh dunia.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Zurab Pololikashvili, menjelaskan bahwa pemilihan desa terbaik didasarkan pada tingkat keterlibatan masyarakat setempat dalam menjaga warisan budaya, melestarikan sumber daya alam, dan membangun ekonomi melalui sektor pariwisata.

“Beberapa desa wisata yang terpilih membuktikan bahwa dengan merangkul pariwisata, masyarakat dapat mendorong inklusi sosial dan membangun masa depan,” ungkap Zurab.

Berikut daftar Desa Wisata Terbaik 2025 versi PBB berdasarkan abjad:

Agaete (Spanyol), Akyaka (Turki), Aldea San Cristóbal El Alto (Guatemala), Anıtlı (Turki), Antônio Prado (Brasil), Arquà Petrarca (Italia), Asolo (Italia), Asuka (Jepang), Barbaros (Turki), Bellano (Italia), Bled (Slovenia), Carlos Pellegrini (Argentina), Chamarel (Mauritius), Digang (Tiongkok), Dongluo (Tiongkok), Ezcaray (Spanyol), Flößerstadt Schiltach (Jerman), Grand River South East (Mauritius), Hosszúhetény (Hongaria), Huanggang (Tiongkok), Jikayi (Tiongkok), Kale Üçağız (Turki), Kandelous (Iran), Kaštelir Labinci (Kroasia), Khinalig (Azerbaijan), Kolochava (Ukraina), Koyasan (Jepang), Krupa na Vrbasu (Bosnia-Herzegovina), Loriga (Portugal), Lô Lô Chải (Vietnam), Maimará (Argentina), Marktgemeinde Bad Hindelang (Jerman), Masfout (Uni Emirat Arab), Mértola (Portugal), Mórahalom (Hongaria), Desa Muju (Korea Selatan), Murillo (Kolombia), Neot Semadar (Israel), North Azraq (Yordania), Pacto (Ekuador), Pemuteran (Indonesia), Plateliai (Lituania), Pont-Croix (Prancis), Quynh Son Community-based Tourism Village (Vietnam), Shafiabad (Iran), Shodoshima (Jepang), Soheili (Iran), Synevyrska Polyana (Ukraina), Tonosho (Jepang), Valendas (Swiss), Vila Nogueira de Azeitão (Portugal), dan Yangsuri (Korea Selatan).

Baca Juga  AI Diperkirakan Akan Mendorong Laba Perbankan Global menjadi 2 Triliun Dolar AS pada 2028
Gerbang Masuk Desa Adat Osing Kemiren.
Gerbang Masuk Desa Adat Osing Kemiren.

20 Desa Masuk Program Peningkatan (Upgrade Programme) 2025

Selain 52 desa terbaik, UN Tourism juga menobatkan 20 desa wisata yang bergabung dalam Upgrade Programme of the Best Tourism Villages 2025 atau Program Peningkatan Desa Wisata 2025.

Berikut daftarnya:

Al-Bashandi Village (Mesir), Brihuega (Spanyol), Comuna Chiguilpe de la Nacionalidad Tsa’chila (Ekuador), Dawa Village (Tiongkok), Evolène (Swiss), Iraq Al-Amir (Yordania), Kemiren (Indonesia), Lolol (Cile), Meisenheim (Jerman), Montagnana (Italia), Desa Nari (Korea Selatan), Nopala de Villagrán (Meksiko), Omonxona (Uzbekistan), Oosterend (Belanda), Orduña (Spanyol), Parroquia Biblián (Ekuador), Quintandona (Portugal), San Javier y Yacanto (Argentina), San Martín de Unx (Spanyol), dan Sant’Andrea di Conza (Italia).

Desa Pemuteran Raih Penghargaan Desa Wisata Terbaik Dunia 2025

Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil terpilih sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia 2025 versi PBB. Sebelumnya, Pemuteran juga telah meraih penghargaan ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT) 2023–2025.

Desa Pemuteran dinilai mampu menjalankan berbagai inisiatif pelestarian ekosistem laut, mengembangkan ekowisata, serta menjaga kearifan lokal budaya Bali.

Dikenal dengan pemandangan pesisir yang memukau, masyarakat Pemuteran aktif menjaga warisan budaya dan berkomitmen tinggi terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan. Salah satu daya tarik utamanya adalah proyek Biorock, yaitu proyek konservasi terumbu karang yang memanfaatkan teknologi untuk menjaga ekosistem laut dan menciptakan pengalaman menarik bagi wisatawan yang gemar snorkeling dan diving.

Desa Kemiren Masuk Program Peningkatan UN Tourism 2025

Selain Pemuteran, Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi, Jawa Timur, juga masuk ke dalam Program Peningkatan Pariwisata UN Tourism 2025. Desa ini sebelumnya juga dinobatkan sebagai penerima ASEAN Homestay Standard Award 2025–2027 di tingkat regional.

Baca Juga  Sektor Perikanan Jadi Andalan Kepri untuk Menjaga Stabilitas Inflasi dan Ketahanan Pangan

Berbeda dengan Pemuteran yang menonjolkan keindahan alam, Kemiren terkenal dengan atraksi budaya dan edukasi tentang budaya Osing. Wisatawan dapat merasakan kekayaan tradisi Osing melalui arsitektur rumah, bahasa, kesenian, ritual, dan kuliner khas.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan rasa bangga dan optimisme atas pencapaian dua desa wisata tersebut.

“Penghargaan ini diharapkan mampu menginspirasi desa wisata lain di seluruh Indonesia. Capaian ini juga sejalan dengan visi pembangunan desa dalam prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

FAQ Seputar Desa Wisata

Apa perbedaan antara desa wisata dan wisata desa?
Desa wisata adalah destinasi wisata yang berlokasi di kawasan pedesaan dan dikelola secara terpadu sebagai produk wisata.
Sementara itu, wisata desa merujuk pada aktivitas wisata yang dilakukan di desa, tetapi belum tentu dikelola secara profesional sebagai destinasi.

Bagaimana cara sebuah desa bisa menjadi desa wisata?
Desa harus memiliki potensi daya tarik wisata, komunitas masyarakat yang solid, sumber daya manusia lokal yang aktif terlibat, serta lembaga pengelola yang jelas.

Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di desa wisata?
Wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari wisata alam, budaya, edukasi, agrowisata, hingga interaksi sosial dengan warga setempat.

a6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *