Anggota Satgas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-13 dari Gegana Polri dan KLH memasang pembatas dari lokasi dengan tingkat paparan Cesium-137 di atas batas normal di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa (7/10/2025) (foto: ANTARA)
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Bea Cukai Belanda sempat melaporkan adanya kontaminasi radioaktif pada produk sepatu impor asal Indonesia. Kontaminasi tersebut berupa paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyampaikan bahwa temuan kontaminasi pada sepatu tersebut diketahui jauh sebelum kasus serupa ditemukan pada produk udang beku asal Indonesia.
“Kami perlu menyampaikan hal ini karena masyarakat hebohnya hanya soal udang. Padahal jauh sebelum itu, kami sudah menerima laporan dari Bea Cukai Belanda terkait temuan beberapa kotak sepatu kets dengan paparan radiasi maksimal 110 nanosievert per jam akibat Cs-137,” kata Setia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (10/11/2025).
Ia mengonfirmasi bahwa pabrik sepatu yang produknya terpapar Cs-137 berlokasi di Provinsi Banten.
Secara kronologis, temuan tersebut awalnya dilaporkan Bea Cukai Belanda kepada lembaga pengawas keselamatan nuklir negara itu, yakni Authority for Nuclear Safety and Radiation Protection (ANVS). Temuan ini kemudian dikonfirmasi oleh ahli radiasi dari ANVS.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beberapa kotak berisi sepatu mengalami peningkatan tingkat paparan radiasi hingga 110 nanosievert per jam (nSv/jam), atau sekitar lima kali lebih tinggi dari radiasi latar belakang yang normalnya sekitar 20 nSv/jam.
Penelitian lanjutan dilakukan oleh Laboratory for Radiation Research di bawah National Institute for Public Health and the Environment (RIVM). Mereka menemukan bahwa satu kotak sepatu mengandung aktivitas radioaktif sekitar 1,5 kBq Cs-137, dengan aktivitas spesifik sekitar 1,6 Bq per gram.
Meski jumlah kontaminasinya tergolong rendah, temuan ini tetap melebihi batas normal paparan radiasi alami.
Kemenperin sebelumnya telah merilis daftar 24 perusahaan yang terpapar radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten. Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari peleburan logam, pengelolaan limbah, hingga industri makanan.
Sejumlah perusahaan yang terdampak di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Nikomas Gemilang yang memproduksi sepatu bermerek internasional seperti Nike, Adidas, dan Puma.
Insiden paparan radioaktif di Cikande mencuat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan Cs-137 dalam produk udang beku olahan PT Bahari Makmur Sejati. Kontaminasi itu terdeteksi di sejumlah kontainer di empat pelabuhan AS, yaitu Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah Indonesia melalui satuan tugas khusus melakukan pelokalan area terdampak serta pengetatan pergerakan keluar-masuk di kawasan industri tersebut. Proses dekontaminasi juga dilakukan untuk mencegah penyebaran radiasi ke lingkungan sekitar. a4







