MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon direksi Bank NTB Syariah. Dari hasil tersebut, Nazaruddin secara resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTB Syariah dan telah melakukan serah terima jabatan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut sebelumnya, H. Zainal Wahyu Nugroho, pada Jumat (24/10/2025).
Dengan penunjukan ini, posisi direksi yang efektif bekerja saat ini terdiri dari dua orang, yaitu Direktur Utama Nazaruddin dan Direktur Operasional, Umum, dan Keuangan, H. Zainal Wahyu Nugroho. Sementara empat calon direksi lainnya, Direktur Dana dan Jasa, Direktur Kepatuhan, Direktur Pembiayaan, serta Direktur Operasional, masih menunggu penunjukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Alhamdulillah, pelantikan Direktur Utama telah dilakukan pada pagi Jumat. Empat direksi lainnya masih menunggu RUPS, yang rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan penentuan komisaris agar menjadi satu kesatuan,” kata Nazaruddin, kemarin.
Dari hasil uji kelayakan dan kepatutan, beberapa calon direksi belum dinyatakan lulus. Untuk posisi Direktur Operasional dan Direktur Kepatuhan, seluruh calon dinyatakan lulus, sedangkan untuk posisi Direktur Dana dan Jasa serta Direktur Pembiayaan, masing-masing hanya satu dari dua calon yang dinyatakan memenuhi syarat.
Selain itu, posisi komisaris Bank NTB Syariah masih menunggu hasil uji kelayakan dari OJK sebelum dapat bekerja secara efektif.
Setelah secara resmi menjabat, Nazaruddin langsung menegaskan arah strategis Bank NTB Syariah ke depan, yaitu memperkuat pembiayaan sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan latar belakang karier panjang di Bank Rakyat Indonesia (BRI), ia berkomitmen membawa semangat pemberdayaan ekonomi rakyat ke bank daerah ini.
“Khittah Bank NTB Syariah adalah mendorong potensi ekonomi daerah, seperti pertanian dan perdagangan. Kami ingin kembali ke semangat pendirian bank ini yang hadir untuk masyarakat,” katanya.
Nazaruddin juga menegaskan bahwa seluruh unit kerja Bank NTB Syariah harus fokus pada pembiayaan produktif. Dari 13 cabang yang ada, setiap unit telah memiliki account officer (AO) khusus sektor produktif dengan skema pembiayaan mikro bernama Tunas, yang mulai dijalankan sejak Oktober ini.
“Saya tekankan tidak boleh abu-abu. Dari awal, setiap AO harus tahu bahwa fokusnya adalah sektor produktif, bukan konsumtif,” katanya.
Nazaruddin menekankan bahwa Bank NTB Syariah tidak akan bersaing di semua segmen, tetapi fokus pada bidang yang memiliki daya saing khas daerah.
“Jika kita tidak memiliki kekuatan di suatu sektor, jangan bersaing di sana. Kita harus menjadi raja di rumah sendiri,” katanya. ***







