Jakarta — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kekurangan terbesar masih terjadi pada dokter gigi, dokter umum, dan dokter-dokter spesialis,” ujar Budi dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (12/11).
Meski tidak menyebutkan jumlah pasti kekurangan tenaga medis, Budi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki distribusi tenaga kesehatan melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 64 persen Puskesmas telah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, sementara 74 persen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah memiliki tujuh dokter spesialis dasar.
“Kementerian Kesehatan sudah melakukan pengadaan ASN khusus, penugasan dokter dan dokter spesialis ke daerah, serta memberikan ribuan beasiswa untuk pendidikan tenaga kesehatan dan tenaga medis, termasuk dokter dan dokter spesialis,” paparnya.
Selain penguatan SDM, Budi juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan teknologi kesehatan agar akses pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Transformasi teknologi kesehatan adalah komponen penting dalam pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh negeri dengan biaya yang terjangkau,” tutupnya. a3







